Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Proses Koagulasi Dalam Pengolahan Air

Istilah koagulasi akan selalu identik dengan dunia pengolahan air. Proses penggumpalan ini umumnya dibutuhkan untuk mendapatkan air bersih dan reaksinya berbeda-beda tergantung jenis koagulan yang digunakan, misalnya tawas cair.

Akan tetapi, proses koagulasi itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu perubahan pada tingkat pH dalam air, kandungan garam, alkalinitas, kekeruhan, dan suhu. Tingkat pH, garam, dan alkalinitas digunakan untuk menilai berapa banyak partikel bermuatan positif (kation) dan partikel bermuatan negatif (anion) dalam air.

Ketiga faktor tersebut mempengaruhi seberapa banyak koagulan yang dibutuhkan untuk mengurangi kekeruhan pada air.

pH

Tingkat pH yang terdapat pada air adalah salah satu faktor yang sangat penting pada proses koagulasi yang tepat. Kisaran pH yang optimal berbeda-beda sesuai jenis koagulan yang digunakan, namun umumnya berkisar 5 dan 7. pH yang lebih rendah berarti terdapat lebih banyak partikel bermuatan positif yang terlepas untuk bisa bereaksi dengan koloid bermuatan negatif.

Koagulasi harus dapat dilakukan pada kisaran optimal ini menggunakan alkali dan asam untuk memperbaiki tingkat pH jika dibutuhkan. Jika pH tidak dibetulkan sebelumnya, maka penggunaan koagulan akan sia-sia dan hasil pengolahan air tidak baik. Pada sebagian besar kasus, tawas cair tidak memerlukan penyesuaian pH.

Lain halnya jika Anda menggunakan fero sulfat. Anda harus membenarkan tingkat pH dan menjaganya untuk tetap di atas 9.5 supaya pengendapan besi (fero) bisa dilakukan hingga selesai. Untuk koagulan ini, Anda membetulkan tingkat pH dengan kapur dan setelah air sudah diolah, Anda masih harus menggunakan karbon dioksida.

Garam

Garam adalah komponen yang mengandung kation dan anion. Ketika berada dalam air, kation dan anion memisahkan diri dan berinteraksi dengan partikel bermuatan lainnya. Pada umumnya, air mengandung beberapa kation dan anion seperti kalsium, sodium, magnesium, besi, mangan, sulfat, klorida, fosfat, dan lainnya. Beberapa komponen ini dapat mempengaruhi efisiensi proses koagulasi.

Alkalinitas air

Hal ini masih terkait dengan tingkat pH dan garam dalam air. Alkalinitas adalah kemampuan air untuk menetralisasi asam berdasarkan kandungan karbonat, bikarbonat, hidroksida, borat, silikat, dan fosfat yang ada dalam air tersebut.

Air dengan alkalinitas tinggi biasanya lebih dipilih untuk proses koagulasi karena air tersebut memiliki ion bermuatan positif yang lebih banyak untuk dapat berinteraksi dengan koloid bermuatan negatif. Jika alkalinitas air rendah, maka kapur hidroksida atau kapur oksida harus ditambahkan untuk memastikan penggumpalan yang efektif.

Kegunaan kapur hidroksida dan kapur oksida

Kapur oksida (CaO) sering digunakan untuk menambah alkalinitas air saat diperlukan. Proses penambahan bahan ini kepada air harus dilakukan dengan hati-hati karena kesuksesan pengolahan air sangat bergantung pada proses ini.

Kapur hidroksida atau hydrated lime Ca(OH)2 memiliki tujuan yang sama dan bahan ini mengandung kotoran yang lebih sedikit daripada kapur oksida. Karena penanganan kapur ini lebih mudah, banyak pengolahan air skala kecil yang menggunakan bahan ini.

Apakah Anda sudah memiliki wawasan tambahan mengenai proses koagulasi? Jika Anda masih membutuhkan bantuan atau informasi lebih mengenai koagulan yang ditawarkan oleh Nebraska seperti tawas cair atau tawas powder, hubungi tim kami sekarang juga!